parizz

parizz

Selasa, 24 Januari 2012

memories

about goals, .. love, ... and hope ..
tears, laughter .. jokes .. and grief ..
since the sun's light is shining ..
to sunset in the west ..
Today is the future ..
for its blue sea and green of the earth ..
for those born aka ..
as a story in life ..
for history in the future ..
all started from this day ..
memories ..
about a small boy wearing a diaper ..
about the little girl singing ..
ups and downs of life ..
hope ..
memories of a true friend ..
opponent ..
soulmate ..
ohh .. it is the past ...
will not be forgotten ..
timeless story of the wanderer in love ..

Kamis, 05 Januari 2012

Saat aku ingin berlari..
Mengapa yang ada hanya arena yang tak pasti..
Batuan cadas dan kerikil tajam menanti..
Saat aku ingin berdiri..
Yang ada hanya gulita yang menghadang..
Saat aku ingin bernyanyi…
Yang ada hanya lirih dengung di telinga..
Kini bisrkan aku membisu..
Diamkan saja aku..
Hingga tergores penuh seluruh perasaan ini..
Bisrkan saja aku menangis meratapi lara diri seorang diri
Hingga luka lama terkuak kembali..
Tolongg!!..
Akhiri semua ini..
Putuskan ikatan diantara kita..biarkan aku bebas,
Meski harus menahan pedih teramat dalam..
Cukup sampai disini cerita cinta ini..
Demi aku, kamu dan dia..

Dalam Diam



Ketika malam tak lagi kelam
Dan samudera yang luas tak lagi berair..
Kau masih saja diam…
Membisu bagai  makhluk tak berbahasa..
Meski dihujam beribu cemooh…
Kau masih saja diam..
Terbelenggu rasa yang kau pendam dalam..
Dalam ruang batin yang tak tertembus mata..
Kau masih diam termangu..
Meratapi lara yang kau pendam seorang diri..
Dengan raut wajah pilu dan air mata sendu..
Masihkah kau lihat betapa banyak pasang mata..
Memandangmu beram..
Sampai kapan kau bungkam suara..
Mematung dalam kerumunan ruang…
Menyendiri dalam kumpulan orang..
Kau..
Entah apa??
Tak ada yang bisa mengertimu..
Entah apa yang membelenggu..
Aku beram menatapmu terus saja muram…

senandung jiwa

kadang surga tak seindah dunia
kadang kenyataan tak sama dengan harapan..
kadang manusia terlihat lebih bengis dari iblis..
kadang pertumpahan darah menjadi hal yang biasa…
kadang lidah bias jadi lebih keji dari racun
kadang penindasan mewarnai kata persaudaraan..
kadang hitam menjadi putih..
kadang dunia terasa begitu membingungkan..
tapi inilah hidup..
penuh dengan intrik yang membingunkan
kini biarkan jiwaku bersenandung…
melantunkan aluna keluh kesah dunia…
melepaskan segala duka lara di jiwa..
biarkan jiwa bersenandung
karena tak ada lagi celah tuk mrncurahkan keben cian
biarkan jiwa berswnandung
biar suara merdunya didengar semua orang
biarkan ia menjerit menggetarkan bumi..
biarkan jiwaku berpidato di hadapan Tuhan
biarkan ia bercerita tentang kisah memilukan dalam hidup ini..
biarkan ia mengadukan kebisuan
kala lidah ini tak mampu lagi berucap
karena tercekik kekusasaan..

Rabu, 04 Januari 2012

puisi


Pada satu celah ku merunduk terdiam
Merasakan tajam lirikan mata-mata pengintaiMu
Tiada daya…terhempas,luluh bagai gerimis
Tak mampu lagi membendung gumpalan-gumpalan lara
Yang memenuhi rongga jiwa hampa tak terkira
Parasku bertabur kepedihan
Di antara segerombolan awan yang menghitam
Telingaku mendengung
Mendengar suara penyeru memuja,menyanjung
KesempurnaanMu…
Aku terbuai rapuh…
Melata meraba denyut nadi yang terbata-bata
Mengeja syairMu…dengan bersimpah darah air mata…
Jelas terbaca…dalam lipatan hari yang berpelangi…
Mengapa kau cipta?
Bila hanya menumpuk noda nista…
Kemana kau s’lama ini
Kala ku menjerit memohon belas kasihMu…
Tidakkah kau dengar rintihan lara yang ku ucap…
Dalam derai air mata
Dalam duka teramat dalam ini aku masih memujaMu …
Melafalkan kebesaran namaMu
Aku percaya …
Semua tawa bahagia,duka juga lara
Yang ku rasa…
Semua karna kehendakMu
TuhanKu  ,Sang Maha dari segala Maha




pusii


negeri kami negeri tanpa nurani..
disini  hamparan ribuan nyawa manusia mnggantung..
pepohonan yang mengerang
melayang tanpa ruang..
langit yang kerontang tanpa kehijauan ruang..
masa depan hanyalah belantara
ke cakrawala yang menabur garisnya…
hari-hari kami hanyalah jerit angin yang kering
berkali aku menyerumu ditengah badai..
dengan pemuh keringat keletihan..
sepenggal harpku mencuat..
kami hanya butuh nasi..
bukan janji-janji ilusi yang tak kunjung nyata..
ladang0ladang yang gersang…
jam demi jam lewat tanpa rupa dan makna..
menderaskan air mata do’a hingga muara…
seperti ilalang yang menjulang sembahyang..
ia injak-injak harapan yang kami gantung..
ketika kami tak punya lagi harapan..
dan putus asa mnyeringai di depan mata
kini maut tersedia sebagai jalan pintas..
kami bosan dengan hidup yang dikuasai iblis..
biar kini hukum alam yang akan menindas ..
untuk semua siksa yang mereka tebar selama
duduk di kursi sang Raja..

Hanya Fatamorgana




Sebelum petang menjelang..
dan fajar terbenam di ufuk barat..
Langkahku beranjak pergi…
Membawa gumpal-gumpal kecewa yang
Tak dapat terungkap kata..
Karena tak ku temukan dirimu dimanapun..
Diantara derai-derai hujan dan gelapnya malam..
Hanya bayang bayang semu masa lalu..
Yang kini ku sadari..
Kau hanyalah fatamorgana yang nampak
Dalam ilusi bawah sadarku..
Kau menghilang bagai kabut pagi..
meninggalkan  kenangan yang sulit tuk dimusnahkan..
dalam hening malam ku lihat bayangmu menari-nari
hanya fatamorgana..
tak  nyata, akupun harus sadari
kau hanyalah ilusi yang tak nyata..

Senin, 14 November 2011

Nasib

Nasib

Sepanjang  jalan kehidupan..
Telah begitu jauh langkahku mengembara..
Sempoyongan menangkap bayang-bayang ilusi
Kadang harapan senantiasa terbang..
Menginjak batas kesabaran nurani..
Dan kini nasib memenjara dalam jeruji sepi..
Nasib hitam sang kehidupan..
Nasibb.. ohh nasibb..
Mengalir bagai air yang mambang..
Biar takdir menuliskan segala kisah tentangku..
Tak ada yang perlu disesali lagi..
Tak perlu sembunyi dari kejaran derita
Hari-hari kelam ini akan segera berganti..
Ingatlah roda kehidupan takkan berhenti  berputar
Semua akan larut dalam porosnya
Tataplah langit yang terbelah dibawah samudera impi yang membara..
Dimana segala kisah dimulai..
Dan disanalah akan akan ada akhir tanpa air mata..

Selasa, 08 November 2011

Sujudku

Aku bersujud dalam sesal yang mendalam
Melepas jiwa dari kemunafikan
Melepas ego yang menguasai fikiranku
Sumber segala amarah dan durhaka
Aku bersujud merunduk dalam asa
Karna ku dapati Kau begitu sempurna
Dalam setiap dimensi
Dalam setiap hembus nafas bahkan kedipan mata
Ku dapati kasih dan cintaMu menyertaiku
Bagai desir angin yang tak pernah letih menggoyang ilalang
Tak ada sedikitpun celah yang luput dari mata mata pengintaiMu
Ya Rabb..
Aku bersujud dalam kelapangan
Agar hatiku mampu menerima segala lara dengan
Senyum ketabahan
Aku bersujud dalam kebahagiaan tak terungkap kata
Karena memujaMu begitu indah
Ya Rabb..
Izinkan aku memujamu hingga nafas ini terhenti

semoga

Merenungkanmu kini menggugah haru jiwaku
Berbbagai kenangan berganti
Namun rasa itu takkan munggi terganti
Meski ditelan masa atauun ditelan bumi
Meski begitu lelah rasanya
Kini ku harus menepi
Di satu sisi ruang batin hampa
Ku ayun sendiri langkah langkah sepi
Membawa pedih serta butiran lara
Tahukah kamu..
Setiap do’aku panjatkan hanya untukmu
Semoga kau mengerti
Rasa ini sudah tak mampu lagi ku bendung
Semoga kau peduli
Pengorbanan ini  tak ada ujung
Semoga masih ada hati bicara
Menyadarkanmu bahwa
Setiap seruanku hanya teersebut namamu
Dan semoga masih ada waktu tersisa
Menjaga kita tetap sejiwa
Semoga….

Curahan Hati sang Pahlawan

Wajah pilu penuh luka
Menatap lagit nun jauh tak tahu ujung
Disanakah tempatku bernaung nanti?
Di suatu istana di balik awan
Ketika ragaku terbaring tanpa ruh
Entah karena peluru menembus ragaku
Atau pedang menusuk jantungku
Atau mungkin ranjau melebur ragaku
Apapun itu, ku tak peduli
Meski nyawa harus melayang
Meski ragaku lumpuh tergores peluru
Ataupun harus sekarat di medan perang
Aku tak peduli
Asalkan satu harapku terpenuhi
Untuk bangsaku,  untuk anak cucuku
dan generasi penerus perjuanganku..
agar mereka  hidup tentram tanpa intaian mata-mata tajam

SINOPSIS NOVEL "Lelaki Hujan"


Pertemuan Ahmad dengan Andi Rajokmal berawal di sebuah halte bus saat hujan deras. Ada yang misterius dari laki laki itu, Ia berpenampilan parlente dengan jas dan dasi kelas atas. Ahmad menyebutnya Lelaki hujan. Sejak kecil ia hidup bagai di istana sehingga tidak mengenal dunia luar. Kehidupan dewasanya pun dilaluinya hanya dengan bekerja dan bekerja, baginya “time is money”. Hidupnya penuh dengan intrik bisnis dan perjamuan pesta, hingga laki-laki bernama Andi Rajokamal itu lupa akan indahnya hujan di sore hari,harumnya aroma tanah dan nikmatnya naik bis kota. Dari begitu banyak hal yang ingin dia lakuakan hal pertama yang paling ingin dia lakukan adalah mengetahui bagaimana rasanya naik bis kota. Saat itulah ia bertemu dengan Ahmad untuk pertama kalinya, Andi Rajokamal terpikat dengan penampilan Ahmad yang sederhana dan ia melihat ada kedamaian di balik kesederhanaan hidup Ahmad. Setelah pertemuan terakhirnya Andi Eajokamal menghilang tanpa jejak hingga Ahmad mengetahui bahwa keluarga Raokamal adalah keluarga terkaya di provinsi tersebut. Sepucuk surat dari Andi dan sebuah hadiah kunci mobil BMW mewah menguak jejak tentangnya, Andi di vonis dokter tidak akan hidup lebih lama lagi. Ia memberikan semua harta kekayaannya sebagai hadiah untuk kesederhanaan dan ketulusan hati Ahmad.

Hidup Seputarku

Dibalik pesona kearifan..
Hidup seputarku..
Tertegun ku menangkap fakta..
Manusia kian beranjak dari hakekatnya..
Norma yang merapuh karena angkara…
Orang orang saling berlomba…
Memperebutkan kuasa pribadi semata..
Kini tak bedanya manusia bagai fauna..
Buas menindas sesama..
Si lemah tertintas selaksa tangan meminta..
Sikuat bernafas lega menatap derita..
Inikah potret kehidupan yang kita damba..
Bumiku merindukan kedamaian…’
Hentikan semua ini sebelum murkaNya meledak menjadi bencana…
Berhentilah sejenak tuk berkaca pada air mata..
Begitu banyak noda nista tercurah…
Hanya karena ego semata..

Ketika Cinta Bertasbih

Kritik Satra

Film Ketika Cinta Bertasbih karya salah satu novelis  beraliran islami Indonesia Habiburahman Elshirazy memang sempat mewarnai  dunia perfilman Indonesia dengan nuansa keislaman yang kental. Film tersebut juga memberikan warna baru sekaligus menonjolkan jiwa religius yang selama ini jarang diangkat  menjadi sebuah karangan sastra. Film ini cukup menggemparkan dengan bukti bahwa  berjuta-juta penikmat fim Indonesia telah menonton  film ini. Namun meski menyerap banyak penonton., ungkapan tak ada gading yang tak retak ternyata berlaku juga untuk film ini. Dilihat dari hasil tampilannya yang cukup mengecewakan karena tak bedanya dengan FTv biasa, alurnyapun kurang menarik sehingga penonton cenderung tidak terkesan . Dilihat dari segi ceritanyapun kurang masuk akal. Salahsatu contohnya adalah Tokoh Azzam yang merupakan mahasiswa lulusan universitas Al-azhar Mesir setelah kembali ke Indonesia tidak mendapat pekerjaaan yang pasti, bahkan hanya menjadi seorang supir truk dan penjual atau pengusaha bakso. Menurut saya, hal tersebut kurang masuk akal karena bagaimana bisa seorang mahasiswa lulusan luar negeri harus  bersusah payah mencari pekerjaan yang tidak senmestinya dilakukan oleh orang yang berpendidikan tinggi. Pemain yang berperan dalam film KCB ini juga bisa dibilang urang menjiwai karakter yang diperankannnya.
Walaupun secara keseluruhan film ini memang cukup bagus dan sukses ditayangkan di Indonesia.